Harga Emas Kembali Terbang, Ini Syarat Agar Harganya Pecah Rekor
Harga emas naik lebih dari 1% pada Kamis seiring turunnya harga minyak akibat optimisme konflik Iran dapat segera berakhir. Kondisi ini menekan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas. Merujuk Refinitiv, emas ditutup di US$4.473,89 per troy ons pada Kamis (4/6/2026), melonjak 0,95%.
Menurut analis independen Tai Wong, laporan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, membantu emas bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Harga minyak turun lebih dari 3% karena pasar berharap Selat Hormuz kembali dibuka.
Meski demikian, Wong menilai peluang emas mencetak rekor baru tahun ini masih kecil. Rekor baru kemungkinan tercapai hanya jika ada gencatan senjata permanen dengan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz, menurunkan harga energi, dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap suku bunga yang lebih tinggi. (Sumber: CNBC Indonesia)